News

3 Jalan Terpanjang di Indonesia, Penghubung Antar Ujung Pulau

Sebagai negara kepulauan, jalur transportasi darat di Indonesia tidak dapat sepenuhnya menghubungkan seluruh wilayah. Pembangunan jalan biasanya hanya meliputi masing-masing pulau. Namun, bukan berarti Indonesia tidak memiliki jalan yang panjang. Nah, berikut ini adalah 3 jalan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan pulau dari ujung ke ujung.

1. Jalan Raya Lintas Sumatera

Berawal di Banda Aceh, Jalan Raya Lintas Sumatera terhampar jauh ke arah selatan menuju Lampung. Jalan ini terbentang sepanjang 2.508,5 KM melewati 6 provinsi. Pembangunan jalan ini dimulai pada tahun 1965 dan selesai 10 tahun kemudian.

Jalur ini biasanya ramai pada saat musim mudik. Kendaraan pribadi maupun angkutan umum seperti bus mengandalkan Jalan Raya Lintas Sumatera sebagai penghubung menuju kampung halaman. Kondisi jalan bermacam-macam. Mulai dari yang lurus, berkelok, hingga melewati hutan.

Bukan rahasia lagi, Jalan Raya Lintas Sumatera memiliki titik-titik rawan dan angker. Yang dimaksud angker bukanlah hal yang berhubungan dengan makhluk gaib. Melainkan adanya begal dan perampok, atau yang istilahnya adalah bajing loncat.

Sebelum melintasi jalur ini, memeriksa kondisi mesin kendaraan adalah hal yang wajib dilakukan. Medan yang sulit menuntut kendaraan selalu dalam kondisi terbaik. Jangan sampai mogok di tengah jalan apalagi di daerah sepi pada malam hari, karena akan menjadi sasaran empuk para begal.

Banyaknya titik yang berkelok serta tikungan tajam juga merupakan hal yang perlu diwaspadai. Apalagi kendaraan-kendaraan besar juga ikut melintas di jalur ini. Kecelakaan adalah hal yang rawan terjadi.

2. Jalan Raya Trans Sulawesi

Memiliki panjang 2000 KM, Jalan Raya Trans Sulawesi terbentang dari Manado, Sulawesi Utara hingga Makassar, Sulawesi Selatan. Umumnya, dari Manado akan melewati Poso, Palopo, Tana Toraja, hingga Pare-pare sebelum akhirnya sampai di Makassar.

Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika melintasi jalan ini adalah bahan bakar. Pastikan bahan bakar di dalam tangki tidak kurang dari setengah. Bila perlu, selalu isi bahan bakar hingga penuh setiap menemukan pom bensin.

Pada April 2019, jalan ini sempat terputus di wilayah Kabupaten Kolaka Utara. Hujan deras yang berlangsung beberapa jam mengakibatkan wilayah tersebut diterjang banjir. Kejadian kembali terulang pada bulan Juni. Tetapi kali ini lokasinya ada di Morowali Utara.

3. Jalan Nasional Rute 1

Memiliki jarak 1.316 KM,  Jalan Nasional Rute 1 lebih dikenal dengan Jalur Pantai Utara (Jalur Pantura). Jalan ini menghubungkan lima provinsi yaitu di seluruh Jawa kecuali DI Yogyakarta dengan menyusuri pesisir pantai utara Jawa.

Jalur ini pada mulanya dibangun dengan nama Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan pada tahun 1800an. Pada saat itu Indonesia masih berada di bawah kekuasaaan Belanda, tepat pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels.

Setiap hari, jalur ini dilewati hingga 70.000 kendaraan. Jumlah ini tentunya berlipat ganda ketika memasuki musim mudik. Beberapa ruas sudah dipasangi CCTV untuk memudahkan pemantauan arus serta mempertimbangkan jalur alternatif.

Saat ini, terdapat jalur tol trans Jawa. Dengan adanya jalur tersebut, arus lalu lintas dapat dibagi dan kepadatan bisa berkurang. Jalur ini juga dimanfaatkan oleh para sopir truk.

Namun, hal itu juga memiliki dampak negatif bagi jalur Pantura. Beberapa usaha di sepanjang jalur Pantura tidak lagi ramai bahkan sebagian mati. Warung-warung makan pun menjadi sepi terutama dengan beralihnya truk ke jalan tol.

Demikianlah 3 jalan terpanjang di Indonesia. Dengan jalan-jalan ini, suatu pulau dapat terhubung. Baik dari Utara ke Selatan, maupun dari Timur ke Barat.