News

Pengaruh Brexit Pada Indonesia Dalam Bidang Perekonomian

Dewasa ini, Inggris berhasil menggemparkan dunia, dimana pada pertengahan Januari tahun 2020, telah disahkan jika Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit). Ini sangat berdampak kepada perkembangan negara Indonesia, termasuk salah satunya dibidang ekonomi. Bahkan negara-negara lainnya juga memiliki pemikiran sejalan dengan yang dirasakan Indonesia jika pengaruh Brexit memberikan dampak meluas.
Indonesia memiliki harapan besar agar Inggris bertahan menjadi negara bagian Uni Eropa. Alasannya karena peran Inggris dibidang perekonomian untuk negara berkembang sangat besar. Namun, keputusan Inggris melakukan ini, ingin melakukan pengkritikan terhadap Belgia dan Brussel yang dianggap memberi pengaruh buruk terhadap kedaulatan negara Inggris. Inilah pengaruh Brexit pada Indonesia tersebut

1. Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Melemahnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu dampak yang terjadi apabila Inggris melakukan Brexit atau Britania Exit. Dikarenakan hal ini akan mengganggun menurunnya harga indeks saham. Jika harga saham menurun, maka investor yang investasi di Indonesia juga akan mengalamni penurunan, apalagi Inggris satu negara yang menanamkan investasi besar di Indonesia.

2. Mengganggu Jalannya Arus Modal Indonesia

Dampak selanjutnya Brexitnya Inggris dari uni eropa bagi negara Indonesia, yaitu mengganggu jalannya arus modal di Indonesia, dimana hal ini bisa terjadi karena kegiatan ekspor dan impor antar Indonesia dan Inggris menjadi kurang tidak aktif seperti dulu. Dan yang membuat ini semakin berlanjut adalah akan berpengaruh terhadap pasar uang Indonesia.

3. Nilai Likuiditas Rupiah Menjadi Ketat

Brexit yang dialami oleh Inggris berdampak kepada nilai likuiditas rupiah yang menjadi ketat. Maka, akan terjadi pelelangan yang dilakukan pemerintah terhadap surat berharga negara. Ini dilakukan untuk menstabilkan keseimbangan ekonomi Indonesia. Bahkan jika likuiditas rupiah bertambah, berdampak buruk terhadap suplai pasokan makanan yang membuat saham domestik menjadi anjlok di pasar.

4. Mempengaruhi Kinerja Jalannya Perdagangan

Adanya Brexit yang dilakukan Inggris mempengaruhi kepada kinerja jalannya perdagangan di Indonesia. Dimana, hubungan diplomatik yang telah lama terjadi dalam jangka waktu yang lama yaitu selama 70 tahun, akan berkurang. Jika sebelumnya nilai fantastis perdagangan yang terjadi antara Indonesai dan Inggris 2,6 miliar rupiah, maka tahun 2020 akan mengalami penurunan.

5. Akses Pekerjaan Serta Biaya Pendidikan Akan Kompetitif

Ternyata, ketika Inggris melakukan Brexit, juga memberikan dampak positif bagi Indonesia, yaitu peluang jalan akses pekerjaan dan biaya pendidikan yang semakin kompetitif. Menurut penelitian yang ada, bahwa Brexit tidak berpengaruh dengan akses pekerjaan dan pendidikan yang diberikan Inggris selama ini kepada Indonesia. Justru memberikan manfaat luar biasa pada bidang ini.

6. Nilai Bilateral Indonesia Dan Inggris Turun

Masalah selanjutnya yang timbul adanya Brexit yang dilakukan Inggris terhadap Indonesia berdampak kepada nilai bilateral antara Indonesia dan Inggris. Mengingat, jika Inggris memberikan pengaruh besar dalam urusan bilateral dibidang ekspor dan impor yang sangat kuat dengan Indonesia. Namun ini bisa diatasi jika kedua negara saling menyepakati ini semua dengan bijak.

7. Membantu Meningkatkan PDB

Dampak positif selanjuntnya yang dirasakan Indonesia ketika Inggris melakuakn Brexit adalah membantu Indonesia meningkatkan angka PDB Indonesia sebesar 123,9 juta USD. Tentu saja ini akan memberikan pengaruh besar bagi kesejahteraan masyarakat untuk mencapai kemakmuran lebih baik lagi. Karena meningkatnya PDB menjadi salah satu faktor penting untuk membuat negara menjadi maju.
Demikianlah penjelasan tentang pengaruh brexit pada indonesia dalam bidang perekonomian. Harapan besar bagi pemerintah dan rakyat Indonesia adalah, walaupun Brexit sedang terjadi, namun negara Indonesia harus tetap bertahan dan melakukan cara lain demi mewujudkan kesejahteraan rakyat, tidak hanya dibidang ekonomi, namun juga bidang lainnya, seperti pendidikan, politik, dan hubungan internasional.